Akhir dari tayangan sepak bola di TV berbayar?

sepertinya judul itu agak menohok. tapi seperti biasa gue menulis untuk mengungkapkan kegelisahan gue. kali ini masalah Hak siar liga sepak bola dan TV berbayar.

waktu itu tahun 2001, gue berlangganan KabelVision dari gue masih kelas 2 SD mau naik ke kelas 3, gue kurang paham pada waktu itu, tapi yang gue tau adalah TV berbayar cuma ada 2, Indovision dan KabelVision (yang sekarang FirstMedia). 2 TV tersebut adalah rajanya, siaran paling lengkap, mereka saling bersaing dengan channel channel yang hampir identik. kenapa gue bilang identik? karena KabelVision dan Indovision ini macam X Box vs PS, banyak game yang bisa diakses dan dimainkan di kedua platform ini namun pihak dari Sony dan Microsoft juga sama sama mengeluarkan Exclusives yang hanya berlaku di konsol masing masing, dan begitupun Indovision dan KabelVision yang memiliki channel exclusive.

sedikit bergeser, gue adalah pecinta permainan sepak bola indah, apapun itu akan gue tonton asalkan pertandingan sepak bola, karena keindahan bisa datang dari seluruh penjuru dunia, nah kebetulan pada saat itu 2 TV ini menawarkan hal  yang sama, channel ESPN+StarSports beserta Premier League, FA Cup, League Cup, Community Shield dan Liga Champions yang bebas diakses oleh para pelanggan kedua TV tersebut. lo bayangin aja, dari kelas 2 SD gue tiap weekend nonton liga inggris terus beserta Liga Champions di Mid-week. berasa di surga, serius. bertahun tahun gue nikmatin surga dunia itu.

Namun

semua berubah ketika hak siar menyerang, perlahan siaran itu hilang, dan sialnya gue masih belom setia sama firstmedia. gue mulai tersiksa di titik ini. gue terus terusan nyari link streaming ilegal, gue nyari nobar dan bahkan gue mau ganti TV berbayar, tapi gue menghadapi 1 masalah yang cukup membuat galau. hak siar tiap taun ganti pemegangnnya. jujur gue gamau ribet tiap  taun ganti dan bongkar pasang TV berbayar beserta antena dan segala macamnya itu. penyedia TV Berlangganan pun makin marak, muncul OrangeTV, Indihome, TopTV, TransVison dan masih banyak lagi yang gue gabisa sebutin satu satu. banyak dari mereka berlomba lomba untuk “Menjual” Bein Sports yang isinya ada Liga Inggris dan Liga Champions sebagai sebagai suguhan utama.

pada titik ini gue menemukan bahwa kesetiaan itu kadang berbuah manis, pas tahun 2012 FirstMedia memperkenalkan FoxSports Play di Indonesia. sebuah layanan Over The Top Content yang lo bisa nonton siaran TV ga harus nonton di TV, tapi bisa juga di Laptop, tablet dan Smartphone. gue seneng dengan hal ini, bisa gue rewind, bisa gue tonton dimana aja. sayangnya ga ada tayangan liga inggrisnya.gue sempet kebayang tuh enaknya bisa nonton dimana aja. dan ternyata kejadian, SuperSoccerTV. (oh god, i really terrible at this point for making bridging) penyedia OTT yang akhirnya mennyediakan langganan independen tanpa terikat dengan stasiun TV.

sekarang gue udah gapeduli lagi TV apa yang ada di rumah, mau langganan TV berbayar apapun, as long as i got Internet Connection im all set. i can watch football litrally anywhere. cuma dengan bayar sekitar 100ribuan sebulan gue ga harus takut ketinggalan nonton bola kalo gue lagi ga di rumah dan bahkan ada paket harian. ditambah lagi harus terbebas dari biaya langganan yang mahal dari TV Berbayar. sepengetahuan gue, TV TV yang menawarkan Bein Sports itu biasanya mematok Bein sebagai paket ala carte yang harus dibarengi dengan paket dasar. memang paket Bein nya hanya 70-100rb rupiah perbulan, tapi paket basic nya? bisa 150rb sendiri. ditambah lagi banyak yang area cakupannya masih kecil, contohnya rumah gue, belom dicakup oleh MNC Play dan Indihome yang berbasis fiber optic. which is sucks.

di rumah gue sekarang pake TransVision dan MyRepublic, gue ganti dari FirstMedia karena harga sama kualitasnya ga sebanding, untuk internetnya gue make myrepbulic dengan speed yang mencengangkan dengan harga yang menurut gue sangat amat affordable. dan tentunya kedua provider ini peformanya gak mengecewakan. jadi sekarang di kamar gue udah ga ada lagi decoder TV, adanya wifi router. nyalain laptop, konek ke TV dan Voila! gue nonton live broadcast Bein Sports.

bagaimana dengan TV? apakah gue ga nonton TV Lagi? well, sekarang gue mau nanya tayangan TV apa yang gak masuk youtube? bahkan sekarang TV ngambil bahan nya dari Youtube dan bahkan CNN Indonesia dan NET TV sudah ada official live stream di youtube. kemudian Vidio.com ada official live streaming Indosiar dan SCTV. situs live stream ilegal TV nasional? seabrek. bagaimana film series? ada netflix, iflix, Viu, hooq. ga mampu bayar? ada banyak situs torrent yang bisa lo akses untuk mendapatkan film, software, game, program, lagu dan lain lain hanya dengan bermodalkan kuota. punya uang? bayar kuotanya, gapunya uang? nebeng wifi orang.

So, Cable TV Provider, masih mau menjual hak siar sebagai nilai jual?

Iklan

Kelas Menengah Ngehe

Mari awali blog singkat ini dengan beberapa pertanyaan

apakah lo males ke Jakarta Fair karena rame dan susah cari parkir tapi lo tergoda dengan segala macam diskon yang ada disana?

lo ikutan antre di Grand Indonesia untuk Nike Bazaar?

lo dateng ke starbucks cuma pas ada promo?

lo pergi jalan jalan cuma kalo ada tiket promo?

lo beli rokok ngeteng?

lo nonton selalu bajakan dan gapernah di Bioskop?

LO SEMUA ADALAH KELAS MENENGAH NGEHE

Kelas Menengah Ngehe, adalah masayarakat yang strata ekonominya BPJS alias Budget Pas Jiwa Sosialita. apakah salah jadi kelas menegah ngehe? well, enggak. karena gak nyusahin orang lain juga sih, lo cuma nyusahin diri sendiri dengan memperbanyak hutang cicilan lo d kartu kredit hanya untuk terlihat lebih “WOW” dikalangan temen temen Kelas Menengah Ngehe lo itu.

allow me to quote part of westlife’s song, Swear It Again.

some people say, that everything has the place and time , even the day must give a way to the night.

iya, setiap hal punya tempat dan waktunya sendiri, termasuk gaya, kalo ekonomi lo pas pasan kaya gue bergaya lah yang sesuai, yang propper gitu. kalo lo bisa beli barang atau jasa tanpa mikir kondisi keuangan lo berarti strata keuangan lo udah ada selevel diatas barang itu.

Terima Kasih Banyak, Babe Jonan

TERIMA KASIH.

Hanya itu yang bisa gue ucapkan ke Ignasius Jonan, seorang sosok yang mengubah cara berfikir gue 6 tahun belakangan sejak dia mengemban tugas sebagai Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia. Jonan adalah satu satunya menteri yang gue ikuti sepak terjangnya, I HATE POLITICS, I TRULY AM. Gue gapernah peduli dan males ngikutin politik indonesia dan luar negeri. Tapi semua berubah ketika Jonan naik jabatan menjadi Menteri Perhubungan di awal kabinet jokowi pada Oktober 2014 dan berakhir kemarin 27 Juli 2016 karena terkena reshuffle kabinet.

Ignasius Jonan, yang membawa banyak perubahan di dunia Perkeretaapian Indonesia, beliau membawa Revolusi mental pegawai PT KAI, sistem penghilangan tiket berdiri untuk KA Jarak Jauh sebuah sistem yang memanusiakan manusia di kereta api, sistem online ticketing dan reservasi H-90, nama di tiket harus sesuai dengan Identitas dan banyak lagi perubahan yang dibawa oleh Lulusan Akuntansi Universitas Airlangga ini

Babe, itulah sebutan gue buat Pak Jonan, karena babe jonan adalah sosok yang ramah kepada penumpang terutama anak anak muda. Babe Jonan adalah sosok yang tegas, gak neko neko, humoris dan apa adanya. Itu terbukti dengan perubahan yang dibawa ke kereta api, gak sembarangan orang bisa mereformasi sebuah perusahaan sebesar PT. KAI. Babe jonan ditunjuk jadi Menteri Perhubungan pada awal Kabinet Kerja Presiden ke 7 Republik Indonesia. Jujur gue kaget, gue merasa babe belom pantes buat menjabat RI 36, kenapa? Karena babe baru berkecimpung di dunia perkeretaapian indonesia selama 5 tahun 8 bulan. Babe jonan belom ada pengalaman di bidang transportasi Darat, laut dan Udara.

Tapi apakah prestasi dan kinerja babe buruk? Menurut gue pada awalnya iya, seperti kasus AirAsia Desember 2014, delayed Lion Air November 2015 dan kasus pelarangan Ojek Online desember 2015. Tapi itu hanya masalah penanganan saja, cara penanganan babe jonan menurut gue masih tergesa gesa, ya walaupun memang tujuan dia baik, untuk keselamatan para penumpang, tapi hanya saja cara penyampaiannya salah.

Bagaimana dengan Brexit? Banyak yang bilang Jonan bertanggung jawab akan hal ini. Menurut gue? TIDAK. Siapapun menteri nya, brexit kan tetap kejadian. Brexit adalah sebuah kejadian yang disebabkan oleh pemaksaan penggunaan jalur tol baru dan belum ada perencanaan yang matang.

Kemudian apakah Jonan berhasil membuat sesuatu pada saat menjadi RI 36? Seperti yang dia lakukan di PT. KAI, Jonan membawa revolusi mental di kementrian perhubungan. Banyak sikap tegas yang dia lakukan dan tetap berpegang teguh kepada pendiriannya. Transportasi di Indonesia menjadi lebih tertata dan para penumpang lebih dimanusiakan oleh para penyelenggara Jasa Angkutan transportasi, terlihat dari lebih rapih nya kondisi Stasiun, Terminal dan Bandara. 

Lalu, apakah jonan pantas untuk dilengserkan pada reshuffle kedua pemerintahan Jokowi? Menurut gue tidak, seharusnya Jonan dibiarkan tetap mengemban tugas sebagai menteri perhubungan hingga akhir masa jabatan di 2019 mendatang. Menurut gue Jonan kena reshuffle karena Jonan adalah orang yang menghadang proyek KA Cepat Jakarta – Bandung yang memang dari awal dia tidak setuju akan pembangunan proyek yang diusulkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarmo. Entah benar atau tidak, tapi gue merasa hanya itu alasan yang logis kenapa Babe Jonan dilengserkan di perombakan kabinet jokowi.

terima kasih Babe, selama 5 tahun 8 bulan mengemban amanat sebagai KAI 1 dan mengemban tugas sebagai Menteri Perhubungan selama 1 tahun 9 Bulan, Jonan bekerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk negara mulai dari Februari 2009 hingga Juli 2016. terima kasih atas pengabdian bapak yang bekerja dengan sepenuh hati untuk Bangsa Indonesia yang tercinta.

 

TERIMA KASIH DAN SELAMAT JALAN BABE JONAN

Pratito Wibowo

siapa setelah De Gea?

tulisan kali ini gue tulis berdasarkan keresahan gue untuk Manchester United

semua berawal dari tahun 2000, waktu itu gue masih kelas 1 SD, seorang anak yang baru aja berulang tahun ke 7 di awal milenium baru. ketika itu gue masih seperti anak anak SD pada umumnya, gue masih suka main gundu, petak umpet, tak benteng dan enggrang.

waktu itu hari jumat, seperti biasanya untuk menyambut weekend  yang adalah waktunya Matchday untuk Premier League dan liga liga eropa. gue nonton TPI, iya waktu itu masih ada TPI yang menyiarkan Liga Inggris. gue yang waktu itu gak tau apa apa tentang bola gak sengaja nonton Highlight dan preview Liga Inggris, dan waktu itu gue inget yang pertama kali ditayangkan adalah highlight Manchester United vs Leeds United. entah kenapa gue langsung tercengang dan terpana melihat permainan tim yang berseragam merah dari kota manchester ini

keluarga gue bukan keluarga pecinta sepak bola. jadi gue gak bisa nanya ke keluarga gue, bahkan ayah dan kaka gue ga suka bola. jadilah gue tiap hari bacain koran yang tiap pagi dateng ke rumah yang sebenernya gak ngasih informasi yang gue butuhkan untuk kepoin manchester united dan keindahan sepak bola inggris.

waktu SD gue sekolah di SDNP Menteng 01 pagi. dan jangan bahas masalah obama, gue gak menganggap dia sebagai alumni yang spesial. he was just an ordinary student back then, so dont make a big deal out of him. kalian pada tau kan kalo ibu ibu orang tua murid itu kan suka rempong, suka pada ngumpul ngumpul cantik dan bersosialisasi bersama ibu ibu (yang menganggap mereka adalah kelompok sosialita) lainnya sambil nungguin anak anaknya sekolah. sambil jualan ini itu yang lagi ngehits waktu itu. dan seperti sekarang, mereka juga menjadikan tabloid dan majalah sebagai acuan.

depan sekolah gue itu ada kios yang jualan majalah dan tabloid, waktu itu gue pulang sekolah lewatin kiosnya, dan gue nemuin koran bola dengan David Beckham jadi cover. gue langsung beli. asli gue seneng banget akhirnya ada juga media yang menampung semua keinginan gue buat kepo masalah olahraga paling fenomenal di muka bumi

semenjak itu gue ikutin dunia bola, terutama liga inggris dan Manchester united yang sedang mengalami masa jayanya bersama Sir Alex Ferguson. 13 gelar dalam 21 Tahun, THAT WAS IMPRESSIVE.

hampir semua penggemar Manchester United pasti setuju kalo kepergian Fergie membuat United Kehilangan nyawa. tapi yang mau gue bahas adalah palang terakhir dari pertahanan Manchester United, yaitu Penjaga Gawang

menurut gue, sebuah klub harus memiliki seorang kiper yang bisa dijadikan andalan, memberikan rasa aman terhadap rekan setim dan pendukungnya, dan sosoknya tangguh untuk menjaga gawang. hal ini dialami oleh manchester united.

gue mulai ngikutin dari Peter Schmeichel. semua penggemar liga inggris pasti tau kiper dengan sosok tinggi besar asal swedia ini, dia pergi dengan cara terbaik yang pernah gue liat, dia memberikan treble winner di tahun 1999. monster kelahiran denmark 18 november 1963 mulai membela United di tahun 1991, 2 tahun sebelum era Premier League bergulir. selama 9 tahun berkarir di Kota Manchester, 8 tahun di United (1991-1999) dan musim 2002-2003 di City Peter menorehkan semua prestasi di United dan tak ada 1 gelar pun di City. 1 treble winner untuk manchester merah masuk dalam raihan gelarnya diantara 5 Gelar Premier league, 3 Piala FA dan beberapa torehan bersama Manchester United dan pribadinya.

peter

setelah peter, menurut gue Ferguson belum menemukan sosok kiper seperti peter schmeichel di rentang waktu 1999-2005 mulai dari Mark BosnichFabien Barthez, Roy Carrol dan Tim Howard. memang United  tetap mendapatkan 3 Premier League dan 1 Piala FA. tapi prestasi penjaga gawang Manchester United tidak spektakuler menurut gue

semua berubah, datanglah Sosok Edwin van der Sar dari Fulham. awalnya gue ragu Edwin akan bernasib seperti Roy Carrol yang akan biasa biasa saja, semua itu wajar, karena dilihat dari faktor umur pas Edwin gabung ke United. dia udah umur 35, iya emang dia berawal dari Ajax dengan torehan luar biasa dan sempet main di juventus dan 4 tahun di fulham dengan torehan biasa biasa aja, maklum menurut gue, karena udah umur 30 juga pas masuk fulham.

namun ternyata edwin van der sar itu seperti anggur, makin tua semakin menjadi. van der sar memberikan 3 Gelar Premier League secara beruntun (2007-2008-2009) Juara Liga Champions 2008 dan menjadi pemain tertua yang tampil di Final Liga Champions. torehan pribadi edwin kembali mendapatkan banyak gelar Goalkeeper dan Player of the year setelah bergabung ke Manchester United. di akhir karirnya edwin hampir menorehkan prestasi yang sama seperti Peter Schmeichel, kala itu edwin yang sudah mendapatkan gelar premier ke -4 nya bersama United juga tampil di final UEFA Champions League 2011 melawan barcelona di Wembley. namun sayang, takdir berkata lain, United harus babak belur dihajar Barcelona asuhan Pep Guardiola yang bermain sangat cantik membuat united tak berkutik dan akhirnya takluk 1-3

vds

sepeninggal Edwin di tahun 2011, ferguson langsung bergerak cepat menggaet kiper muda berbakat spanyol, David De Gea Quintana dari Atletico Madrid. dan seperti perkiraan media, De Gea mendapatkan tempat di tim dan hati dari semua manchunian karena memberikan rasa nyaman di gawang manchester merah, 5 tahun berkarir di Manchester United De Gea mendapatkan Gelar Premier League 2012-2013. Community Shield 2011 dan yang terakhir Piala FA 2016. torehan penghargaan individual juga langsung ditorehkan oleh kiper kelahiran 1990

Peforma David De Gea terus meningkat dan tidak menunjukan tren untuk berhenti setidaknya hingga 5-6 tahun kedepan

MV17RQh

im lucky to be alive in the era of Edwin van der sar dan David De Gea.

pertanyaan besarnya adalah, Siapa setelah De Gea?

dua

dua

ada yang bilang dua lebih baik dari satu
ada yang bilang sarimi isi dua
ada juga yang bilang  dua negatif menghasilkan sebuah positif

dua

dua jam yang dibutuhkan memisahkan untuk terbang melewati pulau jawa
dua jam memisahkan dua zona waktu antara dua negara yang sedang berusaha dilewati oleh dua sejoli

dua

dua bulan dan dua minggu
terjadi di dua jam dan dua hari yang berbeda
dua malam purnama yang berbeda

phil kaye pernah berkata dalam karyanya, sebuah hal yang diulang ulang maka maknanya akan hilang

phil kaye benar, makna dua di dalam tulisan ini sudah hilang. sudah tiada bermakna

ada 16 pengulangan, tapi ketika aku melihat senyum di wajah mu, maknanya tidak akan pernah sirna walaupun jutaan kali

senyum bahagia di wajahmu menjadi hal yang berharga dan tak akan pernah bosan aku melihatnya

aku akan berkata “Aku sayang kamu”. aku akan berkata “aku” berulang ulang hingga tak bermakna. memang makna “aku” menghilang, aku tidak masalah akan hal itu. yang terpenting bagiku adalah maknda dari “sayang kamu” tidak akan hilang dari kalimat tersebut dan juga hidupku

Ketahui Peranmu

Kadang kita harus tau dimana kita berada dan peran apa yang sedang kita mainkan

Tidak semua orang bisa jadi pemimpin, tidak semua orang bisa jadi idaman yang dipuja, tidak semua orang harus jadi bos

Mereka yang jadi pemimpin, mereka yang dipuja dan mereka yang jadi ujung tombak mereka terpilih karena sudah terlatih

Someone have to do the dirty job

Jika semua orang tampil siapa yang jadi penonton?
jika semua orang menjadi produsen, siapa yang menjadi konsumen?
jika semua orang menjadi pemimipin, siapa yang dipimpin?
jika semua orang menjadi pelanggan, siapa yang akan jadi penjual?

Kenali, pelajari dan berikan usaha terbaik untuk peran yang sudah anda miliki sekarang

Surat Terbuka untuk jajaran direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Kepada Yth

Jajaran Direksi PT . Kereta Api Indonesia (Persero)
Bandung, Jawa Barat

Assalamualaikum wr.wb.

Saya Pratito Wibowo, saya sebagai pecinta kereta api dan juga pengguna kereta api jarak jauh dan juga CommuterLine Jabodetabek. ingin menyampaikan kepedulian saya kepada perkeretaapian Indonesia. Semakin banyaknnya pertentangan di media massa tentang pemberian PSO (Public Service Obligation) karena adanya kenaikan harga tiket di kereta api ekonomi jarak jauh

Harga menentukan kualitas, sebuah pepatah yang mungkin hingga sekarang masih dimaklumi oleh sebagian besar masyarakat ketika membeli sebuah barang ataupun jasa. Contohnya ketika seseorang membeli tas dengan harga murah, ketika rusak dalam waktu sebentar maka sang pembeli akan memahami dan tidak akan mengeluh karena memang barang yang dibeli adalah barang yang harganya murah dan dengan otomatis tidak bisa mengharap kualitas yang baik. Ketika kita membeli sebuah barang dengan harga mahal, maka kita akan memiliki ekpektasi bahwa harga yang mahal akan diikuti oleh kualitas yang baik. Namun itu tidak selamanya benar. Karena sesungguhnya kualitas itu dilandasi oleh kepuasan dan kepuasan. Ketika kita membeli sebuah barang dan mendapatkan value maka kita akan cenderung menjadi loyal. Contohnya seorang gamer akan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli console dan aksesoris untuk mendapatkan gaming experience yang maksimal dan dimana itu menjadi harga yang tidak wajar untuk orang lain yang bukan gamer

Dikasus lain, harga sembako, ini adalah hal yang dibutuhkan oleh orang banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, maka mau tidak mau harus beli dengan harga berapapun. Ketika menjelang lebaran, harga sembako yang melambung seperti menjadi sebuah kewajaran. Dan masyarakat cenderung sudah memahami dan sudah antisipasi dari jauh hari, karena mau tidak mau harus membeli sembako untuk kebutuhan. Disini kepuasan bukanlah sebuah hal penting, karena ini sebuah kebutuhan sehari hari yang harus dipenuhi, harga berapapun pasti akan dibeli walaupun kualitasnya sama saja seperti sebelum musim lebaran tib

Dari dua contoh gamer dan sembako, saya melihat sebuah sisi menarik yang terjadi pada saat lebaran, yaitu mudik. Mudik sebuah kegiatan yang sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, khususnya pulau jawa. mereka mudik menggunakan baik kendaraan umum seperti kereta api, pesawat, bus dan kapal laut maupun kendaraan pribadi. ada keseruan dibalik mudik bersama keluarga.

sebagai seorang pemerhati perkeretaapian indonesia, jadi saya akan melihat kasus mudik tahun 2014 yang menggunakan kereta api. saya menerima sebuah komentar pedas dari temen saya tentang kesulitan dapet tiket kereta buat mudik. kebanyakan dari mereka kehabisan tiket kelas ekonomi yang notabene harganya jauh dibawah normal, karena dapet subsidi pemerintah, mereka juga bilang ke saya akhirnya mereka terpaksa beli kelas bisnis dan bahkan eksekutif.

Kata “Terpaksa beli” yang keluar dari mulut mereka membuat saya sadar, apa jangan jangan sebenernya kereta itu pelayanannya ga seberapa bagus tapi harganya mahal. atau karena stereotype masyarakat yang memang menjadikan kerera api sebagai “angkutan murah” sehingga pada akhirnya ketika harganya melambung tinggi dibilang tidak wajar dan terpaksa beli dengan harga mahal.

saya melihat juga paradigma kereta api itu “angkutan murah” dan harganya tidak boleh mahal itu menarik. karena  hanya PT Kereta Api indonesia  yang notabene sebagai perusahaan BUMN yang menaungi semua operasional perkeretaapian indonesia tidak boleh menetapkan harga yang mahal. padahal Garuda Indonesia, DAMRI dan PELNI juga perusahaan BUMN dbidang transportasi dan harga mereka termasuk mahal, namun masyarakat masih bisa memahami. entah apa yang menjadi tolak ukur apa yang boleh mahal dan apa yang tidak boleh mahal. ketika orang terpaksa beli tiket pesawat dengan harga mahal, mereka akan bilang “wajar mahal, kan pesawat blablablaaa” pas naik ferry juga mereka akan bilang hal yang sama “wajar mahal, kan ferry blablablaaaaahhh” tapi kenapa kereta api seperti dianak tirikan? kenapa cuma kereta api yang diprotes ketika menetapkan harga yang tinggi? PT KAI, Garuda Indonesia, DAMRI dan PELNI juga perusahaan BUMN

Dari informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber dalam beberapa tahun belakangan ini, saya kaget ketika tahu bahwa biaya perawatan Jalan, Jembatan dan Rel tidak ditanggung oleh pemerintah dengan kata lain menjadi tanggungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai Operator tunggal perekretaapian indonesia. Sedangkan angkutan darat lain biaya perawatan prasarananya seperti Jalan dan terminal menjadi tanggungan pemerintah, operator hanya menanggung biaya operasional sarana.

Dengan kondisi kereta api yang sudah seperti sekarang sekarang saya heran masih ada yang nuntut kereta api harga tiketnya harus murah.  ketika harga murah, fasilitas sarana dan prasarana jelek pada ngomel. sekarang fasilitas sarana prasarana udah dperbaiki, wajar dong harganya naik? harga menentukan kualitas. iya bener, harga menentukan kualitas. tapi harus diperhatikan juga, apa jangan jangan mutu kualitas yang diberikan PT KAI itu dibawah standar sehingga memunculkan pandangan bahwa harganya tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang diberikan?

Saya sendiri sebagai pengguna KRL CommuterLine Jabodetabek masih sering merasa tidak nyaman, karena ketika jam sibuk masih terjadi kasus penumpang behimpitan, mungkin ini bisa ditolerir, karena memang pada semua jenis transportasi jika jam sibuk pasti terjadi kepadatan, namun bukan hanya itu, saya biasanya beraktivitas di jalur Jakarta kota – Juanda – Manggarai – Sudirman masih sering mengalami tertahan sinyal di Stasiun Gambir dan stasiun Manggarai sehingga perjalanan CommuterLine saya terganggu.

Pihak KAI yang kini sudah ditinggal Ignasius Jonan menghadapi tantangan mengubah pandangan masyarakat bahwa kereta api itu bukan kendaraan umum yang murah lagi. bawah kereta api indonesia sudah berubah, sudah tidak jorok dan kotor seperti dulu lagi, tidak ada lagi penumpang bejubelan ketika masuk stasiun. Kereta api yang “katanya” sudah sejajar dengan pesawat sehingga sudah bisa mematok harga tinggi, apakah benar?

Untuk masalah PSO kereta api ekonomi jarak jauh, saya menggunakan kereta jarak jauh dari bulan maret 2012 hingga sekarang, secara otomatis juga saya merasakan banyak perubahan positif yang dibuat oleh PT Kereta Api Indonesia sebagai operator. Seperti menghilangnya para pedagang asongan di atas kereta, kemudian tidak bejubelnya penumpang karena ada kebijakan okupansi 100%. saya sempat merasakan KA Bengawan yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 19.00 dan harga tiketnya masih Rp. 37.000 dari Jakarta hingga Solo, kemudian harganya naik menjadi Rp. 50.000 pada akhir 2012 setelah itu sempat naik lagi menjadi Rp. 90.000 karena PSO dicabut, kemudian kembali turun ke tarif Rp. 50.000. kebetulan juga saya ikut dalam forum Semboyan 35 ( www.semboyan35.com )ternyata PSO ini meleset dari target, bukan rahasia umum lagi bahwa di KA Progo sudah ada sebuah komunitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) yang diisi oleh para pekerja jakarta dari Purwokerto, Kroya, Kutoarjo dan Jogjakarta. Mayoritas dari mereka adalah pekerja yang penghasilannya diatas UMR.

Pernah juga saya dapati ketika saya Naik KA Tegal Ekspress yang waktu itu statusnya masih KLB dengan nomor pejalanan 7099 dan 7100, penumpang di sekitar saya itu banyak yang membuka laptop  dan tablet untuk internetan. Apakah ini yang dinamakan Subsidi tepat sasaran? Hal yang sama juga saya lihat di KA Progo, Matarmaja dan Kertajaya.

Sempat juga saya mendapati ada seorang pensiunan mengelu mengenai sulitnya mengakses tiket, karena ketika sudah tiba di stasiun tiket sudah tidak tersedia, beliau sebagai pensiunan dan berada dalam kelas ekonomi menengah kebawah tentu tidak mengerti bagaimana caranya mengakses internet untuk memesan tiket. Sejujurnya menurut saya Sistem online ticketing yang sudah diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia sudah sangar amat baik, saya pun mendukung program ini. Namun ketika masuk ke tiket subsidi yang mungkin ditujukan untuk rakyat menengah kebawah ada baiknya jika tidak diterapkan dalam sistem ini, karena saya yakin sebagian besar dari mereka tidak paham bagaimana caranya memesan melalui online. Saran untuk segenap jajaran direksi PT. Kereta Api Indonesia yang saya hormati,  mungkin sebaiknya tiket KA Ekonomi PSO tidak bisa diakses melalui online. Karena sebagian kecil saja dari target PSO yang bisa mengakses. Jadi menurut saya subsidi PSO yang ditujukan ke KA Ekonomi jarak jauh dan menengah belum tepat jika masih bisa diakses melalui online.

Saya juga merasakan baiknya Sistem online ticketing, saya dulu lelah ketika harus antri di stasiun selama berjam jam untuk mendapatkan tiket,saya tidak dapat mengetahui berapa sisa seat di kereta  yang saya mau. Saya merasa sakit hati jika tiketnya ternyata sudah habis. Sekarang saya bisa memesan melalui KAI Access, Pesan kemudian bayar di ATM ataupun Payment point dan bisa tukar tiketnya ketika mau berangkat. =

Kemudian tentang evolusi yang diterapkan PT. Kereta Api Indonesia, saya senang sekali dengan make over wajah stasiun, sistem tiketing, perubahan seragam. Pemberian AC pada kelas Ekonomi dan Bisnis. Saya merasakan perubahan yang pesat di kelas Bisnis dan Ekonomi dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun ini. Sayapun merasa tidak rugi jika harus membayar 180rb untuk berangkat dari Jakarta menuju Malang dengan KA Matarmaja, karena harga itu jauh lebih hemat dibanding bis yang masih harus menghadapi kondisi jalan yang tidak pasti. KA Matarmaja pastinya bebas macet dan cenderung bisa diperkirakan keterlambatannya.

Selain itu Saya juga ikut merasa kecewa dengan dihilangkannya warung di dalam peron stasiun Pasar Senen. Karena itu menyulitkan saya dan penumpang lain jika harus membeli makanan ringan atau apapun itu. Saya bersaran alangkah baiknya jika tetap ada warung di dalam peron stasiun Pasar Senen, namun mereka harus diatur dengan baik dengan diberikan kontrak dan peraturan yang jelas, saya yakin mereka juga akan ikut senang dan menuruti peraturan. Penumpang KA ekonomi tentunya tidak bisa membeli makanan di tenant tenant seperti Starbucks, J.Co, Dunkin Donut dsb

Dalam hal ini saya berusaha melihat masalah setidaknya dari 2 sisi, yaitu pihak konsumen dan pihak operator. Kedua belah pihak punya alasan yang kuat mengenai harga dan kualitas ini. menurut saya yang harus dicari adalah keseimbangan. dan saya yakin hal ini akan terselesaikan dengan semakin cerdasnya masyarakat indonesia.

Demikian penyampaian surat saya melalui surat ini kepada Jajaran Direksi PT. Kereta Api Indonesia karena saya peduli dan saya ingin Perkeretaapian Indonesia.

Hormat Saya, Pratito Wibowo

Wassalamualaikum wr.wb