film box office = devisa. kenapa dilarang? ironis

tulisan ini diilhami karena percakapan gue dengan salah seorang temen gue di dunia maya yaitu twitter

berawal dari kasus dilarangnya film Box Office Hollywood di negara kita tercinta ini. ini semua diawali dari berita tersebut yang beredar awal tahun ini. KAGET. itulah perasaan gue saat pertama kali denger berita itu. “HAH? APA-APAAN? GUE MAU NONTON TRANSFORMERS 3 GIMANAAAA? Masa iya gue harus ke luar negeri buat nonton?”

damn, sialan. pemerintah indonesia gak mikir kali yah. tapi seiring waktu berjalan, banyak berita dan gossip yang beredar, mulai dari 21cineplex yang bermasalah sama pajaknya dan gak akan mau bayar, MUI mengharamkan film Box Office (what the hell, -___-”) pelarangan film box office akan menghambat perkembangan perfilman indonesia, sampe bertita yang mengabarkan bahwa akan ada investor lokal yang mengambil alih 21Cineplex dan akan membayar masalah pajak ini….

tapi, dari berbagai sumber yang gue baca,sumber masalahnya adalah pihak dari 21cineplex sebagai pengimpor film yang udah gak bayar bea masuk film terserbut ke indonesia dari tahun 1997. gue lupa nominal yang belom dibayar itu berapa, yang jelas cukup buat bawa Rio Ferdinand main di liga indonesia (entah LPI atau ISL)….

nah, yang jadi fokus gue sekarang ini adalah kenapa pemerintah jadi block film box office? bagaimana dengan BlitzMegaplex? kenapa itu jadi kena imbasnya juga? kan blitz gak ada masalah sama sekali sama pajak perfilman ini kan? mungkin kalo dibuat polling tentang kesejahteraan masyarakat indonesia, hasilnya gue perkirakan turun drastis, karena gak bisa nonton film berkualitas… film indonesia? per tahunnya palingan cuma 2-6 film yang bagus, sisanya? SAMPAH. kenapa gue bilang gitu? oke buat masalah ini gue bersikap skeptis. jujur aja gue menganggap sineas di indonesia ini banyak, tapi yang punya selera seni bagus itu cuma segelintir orang, dan itu mungkin bisa diitung pake jari….

film indonesia hanya dipenuhi oleh film yang berbau seks komedi, seks horor, dan komedi gak berkualitas. itu kan sama aja mendoktrin masyarakatnya buat berfikir seperti itu…. kan makin lama makin mundur kalo di doktrin film-film gak jelas kaya gitu….

nah ada lagi, gue berfikir pemerintah gak mikir yah kalo film kaya gitu bisa buat nambahin devisa yang lumayan loh. oke lah kalo pihak dari 21cineplex gak mau bayar pajaknya, tapi blitz megaplex? kan setau gue gak ada hubungannya sama 21cineplex, kenapa kena imbasnya gak bisa nanyangin film box office? alasan persaingan sehat? kalo itu alasannya 21cineplex lah yang gak sehat, kan gak bayar pajak dari tahun 1997

jadi sebenernya pemerintah itu hanya mencari alasan seperti biasanya agar terhindar dari masalah, hadeeeh, ironis bener dah, sama sekali orientasi tanpa implementasi….

makin buruk aja citra pemerintah di mata rakyatnya seniri….

Iklan

Perihal garudasenayan
bisa dibilang penulis karena gue punya blog. bisa dibilang mahasiswa karena gue masih kuliah, bisa dibilang RailFans karena gue suka banget sama kereta, bisa juga lo bilang gue ganteng karena nyokap gua bilang begitu

2 Responses to film box office = devisa. kenapa dilarang? ironis

  1. emang sedih dan menyedihkan -________-

  2. nibras says:

    gw juga sebel jadinya juga to -___- beacukai indo freaak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: