seminggu berlalu

semua berawal dari pertemuan yang tidak disengaja pada saat pembagian kelompok….
dihari pertama, diriku masih tak memperhatikan sosok dirimu, bahkan aku tidak menyadari kehadrianmu. padahal engkau sudah menghubungiku melalui sms dan social media, tapi tetap aku tak menyadari keberadaanmu
tapi dihari kedua, aku mulai menyadari keberadaanmu, kita bercanda, saling ejek, dan pada menjelang perpisahan kita dari kelas tersebut, aku merasakan “connection” antara kita berdua

setelah kita keluar dari kelas tersebut, kita makin akrab, kebetulan kita memiliki arah pulang yang sama dan menggunakan sarana transportasi yang sama pula. semenjak dari aku sadar bahwa itu adalah kamu yang sudah menghubungiku melalui ponsel dan social media, dan kamu yang menarik perhatianku semenjak hari pertama, tapi sialnya diriku tak menyadarinya dari hari pertama

singkat cerita, 2 minggu berlalu dengan kita saling berkomunikasi satu sama lain, baik melalui social media maupun ponsel masing-masing dan untungnya kita berada dalam satu bidang dan satu kelompok sehingga kita memiliki sesuatu untuk dibicarakan. sejalan dengan itu perasaanku padamu pun semakin kuat, tapi yang menjadi pertanyaan didalam pikiranku adalah : apakah perasaan yang kurasakan padamu sama seperti perasaanmu padaku? apakah perasaan ini terlalu cepat?

pertanyaan itu semakin menghantui pikiranku, dirimu kini menjadi perhatian hati dan pikiran. kau mewarnai dunia ku selama 2 minggu berlalu, kau membuatku bisa membuka kembali pintu hati yang sudah lama tertutup, karena sikap dan perhatianmu padaku menggambarkan kau memang kau juga memiliki perasaan itu kepadaku

akhirnya suatu waktu itu, aku mendapat kesempatan untuk menyatakan perasaanku padamu, walaupun aku sebenarnya takut perasaan ini terlalu cepat untuk kamu terima. tapi aku tak peduli, karena sudah sekian lama sejak wanita terakhir yang membuka hati dan pikiranku, kau lah yang bisa kembali membukanya

setelah ku yakin bahwa kau juga memiliki perasaan itu kepadaku, akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaan ku padamu…. kaupun salah tingkah ketika aku nyatakan perasaanku, aku bingung untuk bersikap apa atas sikapmu yang seperti itu, tapi setelah sekian lama, aku lega akhirnya aku bisa menyatakan perasaan ku padamu, dan ternyata kau juga memiliki perasaan yang sama kepadaku….

honestly, you make me fly so high when you said that you wanna be my girl, 🙂

seminggu berlalu… kau pun meminta untuk mengakhiri hubungan ini karena dirimu lebih nyaman menjadi teman daripada pacar…..

honestly, i feel so broken when you said that…..

walaupun aku sudah meyakinkanmu bahwa aku tidak ingin hubungan ini berakhir karena diriku sayang dirimu, tetapi dirimu tetap ingin mengakhirinya….
lantas akupun tak bisa berfikir, tak tau mau melakukan apa, kau menghancurkan hatiku, mungkin airmataku tidak keluar dari kedua mataku, tapi sesungguhnya hatiku menangisi kepergianmu…..
tapi apa yang bisa kuperbuat, jika kau ingin pergi, akan kau biarkan kau pergi, aku tak akan menghalangi jalanmu jika kau ingin pergi
tapi aku yakin ada sesuatu yang aneh dibalik sikapmu yang berubah drastis, entah itu karena kesalahanku yang aku tidak sadari aku perbuat maupun….. ah sepertinya yang satu ini tak perlu dibahas….

pada intinya, once i said i love you, i mean it

seminggu berlalu dari putusnya hubungan kita, kau masih tak menunjukkan perubahan sikap drastis….
seminggu lagi berlalu….. aku mulai merasakan ada yang aneh pada dirimu, kita sudah putus, tapi kamu menunjukkan sikap cemburu ketika aku dekat dengan wanita lain yang berstatus “hanya teman”, aku tak tau apa arti sikapmu ini. kau tak mau melanjutkan hubungan denganku tapi kamu masih cemburu jika aku dekat dengan wanita lain, padahal tak berstatus apa-apa

jujur, aku masih menjaga sikap agar perasaanmu tidak terluka, karena aku tidak mau bermain dengan perasaan wanita

pada minggu kedua ini, kau mulai menujukkan sikapmu yang masih sayang padaku, tapi mengapa kau mengakhiri? MENGAPA? itu yang menjadi hantu dipikranku.

kita tetap menjalin komunikasi, pada akhirnya aku menanyakan apakah kau masih mau menjadi “my numero uno” and you said “yes, i wanna be your numero uno, but im sick of you, cause your love is only a bullshit”

dari percakapan tersebut, aku tau bahwa kau masih memiliki perasaan itu, dan akupun masih memiliki perasaan yang sama. yang menjadi fokusku sekarang adalah apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan hatimu kembali?

seminggu berlalu, kuisi dengan usaha unutuk kembali mendapatkan tempat di hatimu…
aku yakin bisa mendapatkan kembali tempat khusus di hatimu, sampai sebuah kejadian merubah semuanya……

“cinta harus memiliki, sayang tak harus memiliki” ini lah yang menjadi landasanku sekarang

kamu sendiri yang memberi tanda bahwa tak ada lagi tempat khusus untukku di hatimu, jadi sekarang aku akan pergi….. dan aku harap kamu tidak menyesal dikemudian hari….

terima kasih untuk semuanya, terima kasih atas minggu-minggu yang telah berlalu…..

Iklan

Perihal garudasenayan
bisa dibilang penulis karena gue punya blog. bisa dibilang mahasiswa karena gue masih kuliah, bisa dibilang RailFans karena gue suka banget sama kereta, bisa juga lo bilang gue ganteng karena nyokap gua bilang begitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: