Surat Terbuka untuk jajaran direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Kepada Yth

Jajaran Direksi PT . Kereta Api Indonesia (Persero)
Bandung, Jawa Barat

Assalamualaikum wr.wb.

Saya Pratito Wibowo, saya sebagai pecinta kereta api dan juga pengguna kereta api jarak jauh dan juga CommuterLine Jabodetabek. ingin menyampaikan kepedulian saya kepada perkeretaapian Indonesia. Semakin banyaknnya pertentangan di media massa tentang pemberian PSO (Public Service Obligation) karena adanya kenaikan harga tiket di kereta api ekonomi jarak jauh

Harga menentukan kualitas, sebuah pepatah yang mungkin hingga sekarang masih dimaklumi oleh sebagian besar masyarakat ketika membeli sebuah barang ataupun jasa. Contohnya ketika seseorang membeli tas dengan harga murah, ketika rusak dalam waktu sebentar maka sang pembeli akan memahami dan tidak akan mengeluh karena memang barang yang dibeli adalah barang yang harganya murah dan dengan otomatis tidak bisa mengharap kualitas yang baik. Ketika kita membeli sebuah barang dengan harga mahal, maka kita akan memiliki ekpektasi bahwa harga yang mahal akan diikuti oleh kualitas yang baik. Namun itu tidak selamanya benar. Karena sesungguhnya kualitas itu dilandasi oleh kepuasan dan kepuasan. Ketika kita membeli sebuah barang dan mendapatkan value maka kita akan cenderung menjadi loyal. Contohnya seorang gamer akan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli console dan aksesoris untuk mendapatkan gaming experience yang maksimal dan dimana itu menjadi harga yang tidak wajar untuk orang lain yang bukan gamer

Dikasus lain, harga sembako, ini adalah hal yang dibutuhkan oleh orang banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, maka mau tidak mau harus beli dengan harga berapapun. Ketika menjelang lebaran, harga sembako yang melambung seperti menjadi sebuah kewajaran. Dan masyarakat cenderung sudah memahami dan sudah antisipasi dari jauh hari, karena mau tidak mau harus membeli sembako untuk kebutuhan. Disini kepuasan bukanlah sebuah hal penting, karena ini sebuah kebutuhan sehari hari yang harus dipenuhi, harga berapapun pasti akan dibeli walaupun kualitasnya sama saja seperti sebelum musim lebaran tib

Dari dua contoh gamer dan sembako, saya melihat sebuah sisi menarik yang terjadi pada saat lebaran, yaitu mudik. Mudik sebuah kegiatan yang sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, khususnya pulau jawa. mereka mudik menggunakan baik kendaraan umum seperti kereta api, pesawat, bus dan kapal laut maupun kendaraan pribadi. ada keseruan dibalik mudik bersama keluarga.

sebagai seorang pemerhati perkeretaapian indonesia, jadi saya akan melihat kasus mudik tahun 2014 yang menggunakan kereta api. saya menerima sebuah komentar pedas dari temen saya tentang kesulitan dapet tiket kereta buat mudik. kebanyakan dari mereka kehabisan tiket kelas ekonomi yang notabene harganya jauh dibawah normal, karena dapet subsidi pemerintah, mereka juga bilang ke saya akhirnya mereka terpaksa beli kelas bisnis dan bahkan eksekutif.

Kata “Terpaksa beli” yang keluar dari mulut mereka membuat saya sadar, apa jangan jangan sebenernya kereta itu pelayanannya ga seberapa bagus tapi harganya mahal. atau karena stereotype masyarakat yang memang menjadikan kerera api sebagai “angkutan murah” sehingga pada akhirnya ketika harganya melambung tinggi dibilang tidak wajar dan terpaksa beli dengan harga mahal.

saya melihat juga paradigma kereta api itu “angkutan murah” dan harganya tidak boleh mahal itu menarik. karena  hanya PT Kereta Api indonesia  yang notabene sebagai perusahaan BUMN yang menaungi semua operasional perkeretaapian indonesia tidak boleh menetapkan harga yang mahal. padahal Garuda Indonesia, DAMRI dan PELNI juga perusahaan BUMN dbidang transportasi dan harga mereka termasuk mahal, namun masyarakat masih bisa memahami. entah apa yang menjadi tolak ukur apa yang boleh mahal dan apa yang tidak boleh mahal. ketika orang terpaksa beli tiket pesawat dengan harga mahal, mereka akan bilang “wajar mahal, kan pesawat blablablaaa” pas naik ferry juga mereka akan bilang hal yang sama “wajar mahal, kan ferry blablablaaaaahhh” tapi kenapa kereta api seperti dianak tirikan? kenapa cuma kereta api yang diprotes ketika menetapkan harga yang tinggi? PT KAI, Garuda Indonesia, DAMRI dan PELNI juga perusahaan BUMN

Dari informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber dalam beberapa tahun belakangan ini, saya kaget ketika tahu bahwa biaya perawatan Jalan, Jembatan dan Rel tidak ditanggung oleh pemerintah dengan kata lain menjadi tanggungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai Operator tunggal perekretaapian indonesia. Sedangkan angkutan darat lain biaya perawatan prasarananya seperti Jalan dan terminal menjadi tanggungan pemerintah, operator hanya menanggung biaya operasional sarana.

Dengan kondisi kereta api yang sudah seperti sekarang sekarang saya heran masih ada yang nuntut kereta api harga tiketnya harus murah.  ketika harga murah, fasilitas sarana dan prasarana jelek pada ngomel. sekarang fasilitas sarana prasarana udah dperbaiki, wajar dong harganya naik? harga menentukan kualitas. iya bener, harga menentukan kualitas. tapi harus diperhatikan juga, apa jangan jangan mutu kualitas yang diberikan PT KAI itu dibawah standar sehingga memunculkan pandangan bahwa harganya tidak sesuai dengan kualitas pelayanan yang diberikan?

Saya sendiri sebagai pengguna KRL CommuterLine Jabodetabek masih sering merasa tidak nyaman, karena ketika jam sibuk masih terjadi kasus penumpang behimpitan, mungkin ini bisa ditolerir, karena memang pada semua jenis transportasi jika jam sibuk pasti terjadi kepadatan, namun bukan hanya itu, saya biasanya beraktivitas di jalur Jakarta kota – Juanda – Manggarai – Sudirman masih sering mengalami tertahan sinyal di Stasiun Gambir dan stasiun Manggarai sehingga perjalanan CommuterLine saya terganggu.

Pihak KAI yang kini sudah ditinggal Ignasius Jonan menghadapi tantangan mengubah pandangan masyarakat bahwa kereta api itu bukan kendaraan umum yang murah lagi. bawah kereta api indonesia sudah berubah, sudah tidak jorok dan kotor seperti dulu lagi, tidak ada lagi penumpang bejubelan ketika masuk stasiun. Kereta api yang “katanya” sudah sejajar dengan pesawat sehingga sudah bisa mematok harga tinggi, apakah benar?

Untuk masalah PSO kereta api ekonomi jarak jauh, saya menggunakan kereta jarak jauh dari bulan maret 2012 hingga sekarang, secara otomatis juga saya merasakan banyak perubahan positif yang dibuat oleh PT Kereta Api Indonesia sebagai operator. Seperti menghilangnya para pedagang asongan di atas kereta, kemudian tidak bejubelnya penumpang karena ada kebijakan okupansi 100%. saya sempat merasakan KA Bengawan yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 19.00 dan harga tiketnya masih Rp. 37.000 dari Jakarta hingga Solo, kemudian harganya naik menjadi Rp. 50.000 pada akhir 2012 setelah itu sempat naik lagi menjadi Rp. 90.000 karena PSO dicabut, kemudian kembali turun ke tarif Rp. 50.000. kebetulan juga saya ikut dalam forum Semboyan 35 ( www.semboyan35.com )ternyata PSO ini meleset dari target, bukan rahasia umum lagi bahwa di KA Progo sudah ada sebuah komunitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) yang diisi oleh para pekerja jakarta dari Purwokerto, Kroya, Kutoarjo dan Jogjakarta. Mayoritas dari mereka adalah pekerja yang penghasilannya diatas UMR.

Pernah juga saya dapati ketika saya Naik KA Tegal Ekspress yang waktu itu statusnya masih KLB dengan nomor pejalanan 7099 dan 7100, penumpang di sekitar saya itu banyak yang membuka laptop  dan tablet untuk internetan. Apakah ini yang dinamakan Subsidi tepat sasaran? Hal yang sama juga saya lihat di KA Progo, Matarmaja dan Kertajaya.

Sempat juga saya mendapati ada seorang pensiunan mengelu mengenai sulitnya mengakses tiket, karena ketika sudah tiba di stasiun tiket sudah tidak tersedia, beliau sebagai pensiunan dan berada dalam kelas ekonomi menengah kebawah tentu tidak mengerti bagaimana caranya mengakses internet untuk memesan tiket. Sejujurnya menurut saya Sistem online ticketing yang sudah diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia sudah sangar amat baik, saya pun mendukung program ini. Namun ketika masuk ke tiket subsidi yang mungkin ditujukan untuk rakyat menengah kebawah ada baiknya jika tidak diterapkan dalam sistem ini, karena saya yakin sebagian besar dari mereka tidak paham bagaimana caranya memesan melalui online. Saran untuk segenap jajaran direksi PT. Kereta Api Indonesia yang saya hormati,  mungkin sebaiknya tiket KA Ekonomi PSO tidak bisa diakses melalui online. Karena sebagian kecil saja dari target PSO yang bisa mengakses. Jadi menurut saya subsidi PSO yang ditujukan ke KA Ekonomi jarak jauh dan menengah belum tepat jika masih bisa diakses melalui online.

Saya juga merasakan baiknya Sistem online ticketing, saya dulu lelah ketika harus antri di stasiun selama berjam jam untuk mendapatkan tiket,saya tidak dapat mengetahui berapa sisa seat di kereta  yang saya mau. Saya merasa sakit hati jika tiketnya ternyata sudah habis. Sekarang saya bisa memesan melalui KAI Access, Pesan kemudian bayar di ATM ataupun Payment point dan bisa tukar tiketnya ketika mau berangkat. =

Kemudian tentang evolusi yang diterapkan PT. Kereta Api Indonesia, saya senang sekali dengan make over wajah stasiun, sistem tiketing, perubahan seragam. Pemberian AC pada kelas Ekonomi dan Bisnis. Saya merasakan perubahan yang pesat di kelas Bisnis dan Ekonomi dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun ini. Sayapun merasa tidak rugi jika harus membayar 180rb untuk berangkat dari Jakarta menuju Malang dengan KA Matarmaja, karena harga itu jauh lebih hemat dibanding bis yang masih harus menghadapi kondisi jalan yang tidak pasti. KA Matarmaja pastinya bebas macet dan cenderung bisa diperkirakan keterlambatannya.

Selain itu Saya juga ikut merasa kecewa dengan dihilangkannya warung di dalam peron stasiun Pasar Senen. Karena itu menyulitkan saya dan penumpang lain jika harus membeli makanan ringan atau apapun itu. Saya bersaran alangkah baiknya jika tetap ada warung di dalam peron stasiun Pasar Senen, namun mereka harus diatur dengan baik dengan diberikan kontrak dan peraturan yang jelas, saya yakin mereka juga akan ikut senang dan menuruti peraturan. Penumpang KA ekonomi tentunya tidak bisa membeli makanan di tenant tenant seperti Starbucks, J.Co, Dunkin Donut dsb

Dalam hal ini saya berusaha melihat masalah setidaknya dari 2 sisi, yaitu pihak konsumen dan pihak operator. Kedua belah pihak punya alasan yang kuat mengenai harga dan kualitas ini. menurut saya yang harus dicari adalah keseimbangan. dan saya yakin hal ini akan terselesaikan dengan semakin cerdasnya masyarakat indonesia.

Demikian penyampaian surat saya melalui surat ini kepada Jajaran Direksi PT. Kereta Api Indonesia karena saya peduli dan saya ingin Perkeretaapian Indonesia.

Hormat Saya, Pratito Wibowo

Wassalamualaikum wr.wb

Tur de Prami Kereta Api

iya, perjalanan gue kali ini gue namakan tur de prami, kenapa? karena gue jalan jalan naik kereta dan ngincer kenalan sama Pramugari keretanya, muahahahhaha. kaget Kereta Ada pramugarinya? kemana aja sobbb

oke, semua diawali dari hari senin yang indah, 11 agustus 2014. hari dimana matahari menyambut gue dengan riangnya 😀

sang mentari menemani awal perjalanan gue, dari rumah ke stasiun gambir, gue naik KA nomer 1 Di Indonesia, kalo KAI bilang sih “The Most Luxurious Train” yaitu Argo Bromo Anggrek

jam 7.40 gue sampe di gambir, setelah ngelewatin boarding pass, yang menurut gue ini sistem bagus banget untuk mengurangi calo. btw, kereta gue berangkat 9.30, =D, ya namanya juga anak kereta, di tiket kan ada tulisan boarding 2 jam sebelom keberangkatan, jadi ya gue ikutin aja 😛 berhubung masih lama, jadinya ya gue muter muter stasiun gambir, stasiun yang dibangun tahun 1884, dulu posisinya masih dibawah, +2 mdpl, tapi taun 1990 jalur Jakarta Kota – Manggarai dibuat proyek besar jalan layang biar mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan di jalan. akhirnya jadilah gambir yang seperti sekarang dan sudah standar internasional

 

sesuai dengan judul gue kali ini, 2 Pramugari pertama yang gue samperin adalah pramugari, eh prami aja yah, biar lebih enak gitu. 2 prami yang gue samperin adalah Praminya Argo Parahyangan, Kereta Api Relasi Jakarta Bandung

1,5 jam nunggu, akhirnya kereta gue dateng juga brohhh, KA Reguler paling mewah diseluruh Indonesia, KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian khasnya yang warna ijo kaya uler keket

 

mungkin bisa gue kasih sedikit sejarah tentang KA Argo Bromo Anggrek ini sendiri, ini versi gue, sebenernya mah bisa lo cari di gugel, tapi yaudahlah biar coba gue jelasin yah. tahun pas awal keluar,  KA Argo Bromo Anggrek ini sebenernya dulu 2 kereta terpisah, dulu nomer perjalanan KA 1-2-3-4 itu KA Argo Anggrek, terus KA 5-6 Itu Argo Bromo, jalurnya sama, Gambir – Surabaya Pasar Turi via Semarang. KA 1-2-3-4 dinamain JS950, yang artinya Jakarta-Surabaya 9jam dan diresmikan di HUT RI yang ke 50, berbarengan dengan JSO 750, yang pada akhirnya berubah jadi Argo Lawu, yang artinya Jakarta – Solo 7 jam dan diresmikan di HUT RI ke 50. pas awal tahun 2000an, 2 kereta ini dilebur, dan jadilah KA Argo Bromo Anggrek, “The Most Luxurious Train in Indonesia”.

Argo Bromo Anggrek ini punya rangkaian unik, KA ini pake bogie k9, ya itu air suspension. dulu k9 ini dipake sama 5 kereta, Argo Bromo Anggrek, Argo Muria, Argo Sindoro (Gambir-Semarang Tawang PP) Argo Lawu dan Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan PP). tapi berhubung gak cocok buat jalur pegunungan yang belok nya banyak, rangkaian ini dicabut dari Kota solo, dan pada akhirnya dicabut juga dari kota semarang, dan melenggang sendirian dari surabaya ke jakarta…….

itu baru luarnya, ini isi daleman dari KA paling mewah se Indonesia

Ga heran kan kenapa Jakarta – Surabaya dibanderol dengan harga 400-550rb? pelayanan, fasilitas, rangkaian dan kecepatan itu jadi keunggulan KA Argo Bromo Anggrek, nomer perjalanan KA nya 1-2-3-4. dengan kata lain ga ada yang bisa nyusul ini kereta kalo lagi jalan, Kecuali ada RI 1 Yahh :p Jakarta – Surabaya ditempuh 9 kurang lebih 10 jam. 

dan praminya juga mangstab gannn, prami yang diutus udah senior semua, tapi wajah masih kece buat ngawal KA NO 1 di Indonesia ini

 

praminya ramah kok, ajak ngobrol aja sambil pesen makanan, pasti deh mau diajak ngobrol, Crew KA itu seru semua loh 😀

sampe di kota pahlawan gak seru kalo ga jalan jalan, gue punya 36 jam buat jalan jalan. beruntunglah gue punya tementemen dari Standup indo kota surabaya, Akbar Halim dan Revina Violetta, jadi mereka menjamu gue di kota pahlawan.

 

 

Mas Akbar Halim, menjamu gue dengan kuliner Surabaya yang ngaco ngaco, dari Bebek Penyet, Angkringan, Ayam Penyet, dan kalo ga ada akbar gue gabisa idup, soalnya kita tinggal sekamar di kosan sampe nemuin YKS versi jalan basuki rahmat, hahahahaha :*

kemudian Revina Violetta, well, finally i met this little angel. spend 1 whole day with her. so much fun. miss you so little angel. gue juga dijejelin makanan ngaco sama anak surabaya yang satu ini, Nasi Cumi sama Rawon Kalkulator dan mall ciputra, yang katana tempat anak gaoel surabaya

pokoknya kalo lo punya temen komunitas dan lo ga nyamperin mereka di kota mereka ga bakalan seru jalan jalan lo, itu kata yang gue kutip dari mas Akbar

selesai muter muter kota pahlawan, gue hijrah ke kota pelajar sebentar, naik KA Sancaka, dan inilah yang gue dapet dari KA Sancaka, makan siang bareng Customer Service On Train nya :3

abis makan siang di malioboro, gue hijrah ke kotanya pak jokowi, Solom buat bermalam disana, soalnya tiket pulang itu KA Argo Lawu, Solo – Jakarta. dan disini kembali membuktikan, bahwa teman komunitas itu sanggat membantu. gue nginep di kosan anak Railfans, cah sragen, Kimi Fajri Raikkonen *nama asli disamarkan*, juragannya argo lawu 😀

mungkin efek kecapean, gue jadi bablas tidur abis ditraktir sama cah sragen, dan kebangun jam 6 pagi, langsung cuss ke stasiun Solo Balapan.

masih efek kecapean, gue bablas tidur sepanjang perjalanan Solo – Cirebon, gue bangun udah masuk stasiun cirebon, dan ga sempet kenalan sama prami agro lawu :(. sial gue ga sampe situ aja, ternyata KA 7 Argo Lawu yang ditarik Lokomotif CC 206 13 94 dari dipo induk Bandung, yang biasa narik Kereta – Kereta dengan jalur berkelok khas daerah bandung mogok di klari -____-. ketahan lah 2 jam disana, dan akhirnya jam 7.40 baru masuk gambir yang seharusnya masuk jam 5.30.